Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh telah menelan 921 korban jiwa hingga Minggu.

Selain itu, 392 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 5.000 mengalami luka-luka, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman.
Berikut ini KEPPO INDONESIA akan memberikan informasi terbaru terkait bencana hidrometeorologi di Sumatra dan Aceh, termasuk korban dan evakuasi.
Dampak Bencana di Sumatra Utara
Sumatra Utara menjadi salah satu provinsi yang terdampak parah. Korban jiwa tercatat 329 orang, korban hilang 82 orang, dan 647 orang luka-luka. Data per kabupaten/kota menunjukkan angka tertinggi di Tapanuli Tengah dengan 102 korban meninggal, diikuti Tapanuli Selatan 85 orang, Kota Sibolga 53 orang, dan Tapanuli Utara 35 orang. Kabupaten lainnya seperti Deli Serdang mencatat 17 korban, Kota Medan 12, Langkat 11, dan Humbang Hasundutan 9 orang.
Jumlah pengungsi di Sumatra Utara cukup signifikan. Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan pengungsi terbanyak mencapai 18,3 ribu jiwa, Langkat 11,4 ribu, Tapanuli Selatan 7,2 ribu, Kota Sibolga 4,3 ribu, dan Humbang Hasundutan 2,3 ribu jiwa. Pengungsian dilakukan di posko-posko sementara yang tersebar di sekolah, balai desa, dan tempat umum lainnya.
Pemerintah daerah setempat bersama BNPB terus memprioritaskan evakuasi dan distribusi bantuan logistik. Jalur udara menjadi andalan karena beberapa akses darat terputus akibat banjir dan longsor, sehingga kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan dapat segera sampai ke korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Kondisi di Sumatra Barat
Di Sumatra Barat, korban jiwa dilaporkan sebanyak 226 orang. Agam menjadi kabupaten dengan jumlah korban tertinggi, yakni 170 orang, diikuti Padang Pariaman 21 orang, Kota Padang Panjang 20 orang, Kota Padang 11 orang, dan Pariaman Barat 4 orang. Bencana ini juga memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Jumlah pengungsi tercatat cukup tinggi, terutama di Tanah Datar sebanyak 4,8 ribu jiwa, Pariaman Barat 4,6 ribu jiwa, Pesisir Selatan 2,7 ribu jiwa, dan Solok 2,6 ribu jiwa. Posko pengungsian dilengkapi bantuan logistik dasar, namun tantangan masih muncul karena akses transportasi yang terbatas dan infrastruktur yang terdampak.
Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, dan jalan raya mengalami kerusakan parah. Pemerintah setempat terus bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri. Serta relawan lokal untuk memastikan proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lancar.
Baca Juga: Banjir-Longsor di Sumut: Gubsu Bobby Sebut Kerugian Capai Rp 9,98 T
Situasi Terburuk di Aceh

Aceh menjadi provinsi paling terdampak dari bencana hidrometeorologi kali ini. Korban jiwa di Aceh mencapai 366 orang, korban hilang 96 orang, dan sekitar 4.300 orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan data kabupaten, Aceh Utara menjadi wilayah dengan korban terbanyak mencapai 128 orang, Aceh Tamiang 57, Aceh Timur 47, Bener Meriah 34, Pidie Jaya 27, Aceh Tengah 23, Bireun 20, Aceh Tenggara 14, Kota Langsa 5, Gayo Lues 4, dan Kota Lhokseumawe 4 orang.
Jumlah pengungsi di Aceh juga sangat tinggi. Aceh Utara menampung 316,6 ribu jiwa, Aceh Tamiang 262,1 ribu, Aceh Timur 180 ribu, Bener Meriah 38,7 ribu, Pidie 25,8 ribu, Pidie Jaya 20,1 ribu, Kota Lhokseumawe 19,6 ribu, Gayo Lues 14,5 ribu, Aceh Tengah 13 ribu, Nagan Raya 8,1 ribu, dan Aceh Tenggara 5,6 ribu jiwa. Ribuan warga terpaksa tinggal di pengungsian sementara, menghadapi keterbatasan air bersih dan kebutuhan pokok.
Upaya Penanganan dan Bantuan Logistik
Pemerintah pusat, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai stakeholder aktif menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Jalur udara menjadi prioritas untuk mengirimkan bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, popok, selimut, obat-obatan, beras, tenda, dan matras.
Selain itu, pasokan bahan bakar minyak mulai disuplai melalui jalur darat, dengan Kementerian ESDM mengeluarkan pengecualian penggunaan barcode untuk wilayah terdampak.
PLN juga bekerja keras memperbaiki jaringan listrik yang terputus, sementara pemerintah menyalurkan router Starlink untuk memastikan akses komunikasi tetap berjalan, terutama untuk koordinasi evakuasi dan bantuan.
Pemerintah menegaskan, seluruh pihak akan terus memprioritaskan keselamatan warga terdampak, mempercepat proses evakuasi, dan memastikan bantuan logistik sampai dengan aman.
Simak dan ikuti terus berita-berita terupdate yang kami berikan tentunya terpercaya hanya di KEPPO INDONESIA.