BNPB bergerak cepat memulihkan wilayah terdampak bencana di Sumatera, memastikan bantuan, evakuasi, dan pemulihan berjalan efektif.

Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan percepatan penanganan darurat bencana di Sumatera. Fokus utama pemerintah pusat adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan bantuan dan pemulihan efektif di seluruh wilayah terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KEPPO INDONESIA.
Prioritas Penanganan di Tiga Provinsi Terdampak
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala BNPB Suharyanto dari Tapanuli Utara pada Sabtu, 29 November 2025, tiga prioritas utama ditetapkan. Fokus pertama adalah operasi pencarian dan penyelamatan korban hilang, krusial di tahap awal penanganan bencana. BNPB bersama tim di lapangan berupaya maksimal menemukan warga yang belum diketahui keberadaannya.
Prioritas kedua adalah pemulihan akses komunikasi yang terputus, guna memastikan informasi dapat mengalir lancar dan koordinasi tim di lapangan menjadi lebih efisien. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk mempercepat respons dan distribusi bantuan. Langkah-langkah cepat diambil untuk mengembalikan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.
Terakhir, pendistribusian logistik kepada warga terdampak menjadi perhatian serius. Akses jalan yang terganggu seringkali menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, BNPB mengerahkan berbagai moda transportasi untuk memastikan bantuan esensial sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Fokus Pencarian Dan Penyelamatan Korban Hilang
Di Sumatera Utara, operasi pencarian dan pertolongan difokuskan pada wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Suharyanto merinci bahwa di Sibolga, tiga orang masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. Upaya ini dilakukan dengan harapan menemukan para korban secepatnya.
Di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, beberapa orang juga dilaporkan masih hilang akibat dampak bencana. Kepala BNPB menekankan bahwa operasi SAR harus diupayakan selama 24 jam penuh tanpa henti. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk tidak menyerah dalam mencari setiap korban.
Operasi pencarian dan pertolongan ini akan dipimpin oleh Basarnas, dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, dan relawan lokal maupun nasional. Sinergi antara berbagai elemen ini sangat penting untuk memastikan cakupan area pencarian yang luas dan upaya penyelamatan yang optimal.
Baca Juga: Tragedi di Aceh, Gajah Sumatera Tertimbun Banjir Pidie Jaya
Pemulihan Akses Dan Distribusi Logistik

Secara paralel dengan operasi SAR, pendistribusian logistik juga digencarkan, khususnya ke wilayah-wilayah yang masih terisolir seperti di Tapanuli Tengah. Helikopter jenis MI-17 dan dua helikopter lainnya telah disiagakan untuk mengangkut dan mendistribusikan bantuan logistik melalui jalur udara.
Akses menuju Sibolga dari Tarutung masih terhambat karena beberapa titik jalan tertimbun material longsor. Untuk mengatasi masalah ini, percepatan distribusi bantuan logistik ke Sibolga akan dikoordinasikan melalui jalur laut, yaitu Pelabuhan Jago-jago, dengan pengerahan kapal dari TNI Angkatan Laut. Ini memastikan bantuan tidak terhenti.
Guna memulihkan akses komunikasi, BNPB juga telah menyalurkan unit-unit Starlink ke berbagai kabupaten/kota terdampak, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan. Sementara di Aceh, akses darat di lima kabupaten seperti Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Pidie Jaya sudah dapat diakses kembali sejak malam sebelumnya, memungkinkan distribusi logistik langsung.
Penanganan Komprehensif di Aceh Dan Solusi Jangka Panjang
Untuk penanganan darurat di Provinsi Aceh, tim BNPB yang dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jarwansyah, telah berada di lokasi sejak Kamis, 27 November 2025. Tim ini bertugas mengkoordinasikan seluruh upaya penanganan darurat di Bumi Serambi Mekah. Bantuan permakanan, sembako, dan kain sarung mulai dibagikan kepada masyarakat terdampak.
Bagi wilayah yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat seperti Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur, BNPB mengerahkan satu pesawat Caravan dan enam helikopter (tiga dari TNI AD, AU, dan AL, serta tiga helikopter BNPB). Selain itu, kapal cepat juga disiagakan untuk pengangkutan logistik, khususnya di wilayah Lhokseumawe.
Pemerintah juga mengalokasikan 28 unit Starlink dan 33 genset untuk pemulihan komunikasi yang terganggu. Secara paralel, empat dapur umum dibuka di bawah koordinasi Kemensos, dan penanganan kelangkaan BBM dilakukan bersama Pertamina. Ini adalah upaya komprehensif untuk tidak hanya merespons darurat, tetapi juga mempersiapkan pemulihan jangka panjang.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari bnpb.go.id
- Gambar Kedua dari bnpb.go.id