Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami aktivitas vulkanik pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Dalam periode tersebut, tercatat terjadi dua kali Gunung Semeru erupsi yang disertai lontaran kolom abu vulkanik hingga mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak. Aktivitas ini terekam oleh Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dan dilaporkan berlangsung dalam rentang malam hari. Kondisi ini kembali menegaskan status aktivitas Semeru yang masih fluktuatif sepanjang Mei 2026.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Erupsi pada 16 Mei 2026 Malam
Erupsi pertama Gunung Semeru terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 malam, ketika kolom abu terlihat membumbung tinggi dari kawah utama. Berdasarkan pengamatan awal, letusan ini menghasilkan abu berwarna kelabu yang mengarah ke beberapa sisi lereng gunung. Aktivitas ini terjadi dalam kondisi cuaca relatif cerah di sekitar puncak.
Tidak lama berselang, erupsi kedua kembali terjadi pada malam yang sama, 16 Mei 2026. Letusan ini memiliki karakteristik serupa dengan kolom abu yang kembali mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan magma yang masih aktif di dalam tubuh gunung.
Petugas pengamatan mencatat bahwa kedua erupsi tersebut terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Meski tidak dilaporkan adanya aliran awan panas dalam kejadian ini, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terutama di kawasan aliran sungai berhulu Semeru.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Aktivitas Vulkanik Semeru Sepanjang Mei 2026
Sebelum erupsi pada 16 Mei 2026 malam, Gunung Semeru juga tercatat mengalami beberapa aktivitas erupsi pada awal dan pertengahan Mei 2026. Aktivitas tersebut menunjukkan pola letusan yang cukup sering, meskipun dengan intensitas yang bervariasi dari waktu ke waktu.
Pada 13 Mei 2026, Semeru bahkan sempat mengalami beberapa kali erupsi dalam waktu singkat dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1 kilometer di atas puncak. Hal ini menunjukkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini berada pada kondisi aktif.
Selain itu, pada periode awal Mei 2026, aktivitas erupsi juga masih terus terjadi secara berkala dengan karakter letusan yang didominasi kolom abu berwarna kelabu. Pola ini mengindikasikan bahwa tekanan di dalam magma masih belum stabil.
Baca Juga: Heboh! Penyelundupan 525 Liter Solar Subsidi Digagalkan Polisi, Sudah Beraksi 8 Kali
Kondisi Kolom Abu dan Arah Sebaran
Kolom abu dari erupsi 16 Mei 2026 malam teramati mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak. Ketinggian ini tergolong signifikan karena mampu membawa material vulkanik ke atmosfer dalam jumlah cukup besar. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi kualitas udara di sekitar lereng gunung.
Arah sebaran abu vulkanik umumnya mengikuti arah angin saat erupsi terjadi. Pada beberapa kejadian sebelumnya di bulan Mei 2026, abu diketahui bergerak ke arah timur laut dan barat daya tergantung kondisi atmosfer saat letusan berlangsung.
Meski demikian, hingga laporan erupsi malam 16 Mei 2026 ini, belum ada indikasi dampak serius terhadap permukiman warga di luar radius aman. Namun, potensi gangguan abu tetap perlu diwaspadai terutama bagi aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Imbauan dan Status Aktivitas Gunung
Pihak pengamat Gunung Semeru terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius berbahaya, terutama di sektor aliran lahar dan awan panas. Jalur Besuk Kobokan menjadi salah satu kawasan yang selalu masuk dalam rekomendasi larangan aktivitas saat peningkatan erupsi terjadi.
Aktivitas Gunung Semeru sepanjang Mei 2026 menunjukkan bahwa gunung ini masih berada dalam status aktif dengan potensi erupsi berulang. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari warga sekitar, terutama saat terjadi hujan yang dapat memicu lahar dingin.
Hingga Sabtu malam, 16 Mei 2026, pemantauan terus dilakukan secara intensif oleh petugas pos pengamatan. Informasi perkembangan aktivitas vulkanik akan terus diperbarui untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari news.detik.com
Gambar Kedua dari metrotvnews.com