Publik dikejutkan kasus pembunuhan wanita dalam boks di Medan setelah motif pelaku terungkap dan bikin geleng kepala semua orang.
Kasus pembunuhan sadis mengguncang Medan saat jasad wanita RS (19) ditemukan telanjang dalam boks plastik di Gang Seroja, Medan Denai, 10 Maret 2026. Dua remaja SA (19) dan SHR (19) jadi pelaku setelah prarekonstruksi polisi. Motif penolakan seks tak wajar berujung penganiayaan, pencurian, dan pembuangan mayat yang memicu kemarahan publik.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang bisa memperluas wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Pembunuhan di Hotel
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak ungkap kejadian 9 Maret malam di hotel OYO Jalan Menteng 7 Gang Kenanga yang sepi. SA kenal RS via medsos, ajak kencan berujung maut tragis. Mereka tak saling kenal sebelumnya, cuma kenalan virtual singkat dan berbahaya.
Di kamar hotel, SA ajak seks tak wajar ditolak korban dengan tegas. Kesal berat dan marah membara, ia aniaya RS hingga tewas kehabisan darah deras. Pelaku rampas HP, uang, dan perhiasan korban sebelum kabur cari karung goni tutupi jasad sementara dengan panik.
Pagi 10 Maret, SA telepon teman SHR minta bantu ambil boks plastik dari rumahnya yang kosong. SHR bonceng SA bawa boks berisi mayat via motor butut. Rencana buang ke sungai gagal karena ramai warga, akhirnya tinggalkan di gang sepi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Peran Pelaku Dan Penangkapan
SA pelaku utama lakukan penganiayaan langsung di kamar hotel sempit dan pengap. SHR cuma bantu buang mayat, tak masuk kamar lihat korban sama sekali. Keduanya ditangkap polisi saat rencana kabur ke luar Medan 13 Maret dini hari gelap.
CCTV hotel dan gang rekam gerak pelaku jelas dan gamblang. SA masukkan korban ke boks pakai selimut lengkap, SHR tunggu di depan gerbang motor sambil gelisah. Boks putih itu jatuh beberapa kali dalam perjalanan bikin pelaku panik hebat.
Pasal 338 KUHP pembunuhan, 365 ayat 1 KUHP pencurian kekerasan, dan 170 penganiayaan jadi dakwaan berat. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau mati menanti. Keduanya ditahan Mapolrestabes Medan dalam sel terpisah.
Baca Juga: Kabar Panas! Eks Ketua PN Depok Gugat KPK, Penyitaan Jadi Polemik
Motif Dan Fakta Mengejutkan
Ajakan seks tak wajar jadi pemicu utama amarah SA yang meledak-ledak. Korban tolak, pelaku kesal lalu brutal tanpa belas kasihan. Tak saling kenal sebelumnya bikin kasus murni dendam sesaat plus pencurian oportunis keji.
Prarekonstruksi 13 Maret rekonstruksi 15 adegan di hotel dan gang secara detail. Jasad RS tanpa busana, luka sayatan leher dalam, memar di kepala dan badan parah. Visum forensik konfirmasi mati kehabisan darah akut cepat.
Polisi periksa 20 saksi termasuk resepsionis hotel dan warga penemu boks curiga. HP korban SA jual Rp800 ribu, uang tunai Rp300 ribu dirampok mentah-mentah. Keluarga RS syok berat, minta hukuman maksimal segera.
Respons Polisi Dan Masyarakat
Kapolrestabes Medan target selesai lidik 7×24 jam tanpa henti. Tim forensik olah TKP hotel dan boks plastik secara teliti. CCTV tambahan pinggir sungai jadi bukti kuat pengadilan nanti.
Warga Medan geram membara, minta razia hotel budget dan medsos kencan ketat. Kasus viral TikTok dapat 2 juta views, netizen tagar #HukumanMatiSA marak. Keluarga korban gelar doa arwah di gereja setempat.
Polri upayakan restorative justice keluarga korban yang hancur. Gubernur Sumut Bobby Nasution kirim belasungkawa tulus, tekan polisi kasus prioritas utama. Medan tingkatkan patroli hotel murah cegah kasus serupa mengerikan.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.id