Bagikan

Banjir melanda empat kabupaten di Kalimantan Tengah, termasuk Barito Selatan, Barito Timur, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur, hingga ribuan warga terdampak.

Banjir Rendam Empat Kabupaten di Kalteng, Aktivitas Warga Terganggu

Banjir bandang dan banjir rob merendam rumah, fasilitas umum, sekolah, jalan, dan jembatan, mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. BPBD Kalteng terus melakukan evakuasi, pemantauan, serta distribusi bantuan logistik untuk meminimalkan risiko.

Simak berita terbaru dan viral setiap hari, yang menghadirkan informasi menarik dan bermanfaat hanya ada di KEPPO INDONESIA.

bergabung dengan Saluran Whatsapp, dapatkan berita terkini

Empat Kabupaten di Kalteng Terendam Banjir

Banjir dilaporkan telah terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Barito Selatan menjadi salah satu daerah yang terdampak parah sejak 27 Desember 2025, sementara banjir rob tercatat terjadi di Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur sejak 3 dan 4 Januari 2026.

Hingga Selasa (6/1/2026), puluhan ribu warga masih terdampak, dan ribuan fasilitas umum mengalami kerusakan atau terendam. Kondisi ini menyebabkan aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, Alpius Patanan, menegaskan bahwa banjir melanda empat kabupaten, yakni Barito Timur, Barito Selatan, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur. “Banjir di Barito Timur dan Barito Selatan merupakan banjir bandang, sementara di Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur banjir rob,” jelas Alpius.

Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Barito Timur dan Selatan

Di Barito Timur, banjir telah merendam 6 desa/kelurahan yang tersebar di 3 kecamatan, dengan jumlah warga terdampak mencapai 587 jiwa atau 200 kepala keluarga (KK). Banjir juga merendam dua fasilitas pendidikan, mengganggu kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut.

Sementara itu, Barito Selatan menjadi kabupaten paling parah terdampak banjir bandang. Sebanyak 59 desa/kelurahan di 6 kecamatan terendam, dengan total 50.185 jiwa terdampak dari 16.299 KK. Peristiwa ini telah berlangsung sejak 27 Desember 2025, menyebabkan warga harus mengungsi dan fasilitas publik banyak yang rusak.

Jika digabungkan, jumlah warga terdampak banjir di Barito Timur dan Selatan mencapai 50.772 jiwa. Kondisi ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar, sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat.

Baca Juga: Terlibat Suap Pengadaan Katalis, Tersangka Terima Rp 1,7 M

Dampak Banjir Terhadap Fasilitas dan Infrastruktur

Dampak Banjir Terhadap Fasilitas dan Infrastruktur

Data BPBD Kalteng mencatat bahwa 15 fasilitas kesehatan, 38 tempat ibadah, 50 fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintah, dan 1.479 lahan pertanian di Barito Selatan terendam banjir. Selain itu, 174 jalan dan 42 jembatan juga mengalami kerusakan atau terendam.

Secara keseluruhan, terdapat 1.771 fasilitas umum yang terdampak di Barito Timur maupun Barito Selatan. Untuk rumah warga, tercatat sekitar 4.378 unit rumah di Barito Selatan terdampak banjir hingga kemarin (5/6/2026). Kerusakan ini memerlukan rehabilitasi segera agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Alpius Patanan menambahkan bahwa pihak BPBD terus melakukan pemantauan, evakuasi warga terdampak, serta koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat bantuan logistik, obat-obatan, dan perbaikan fasilitas yang rusak.

Banjir Rob di Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur

Selain banjir bandang, wilayah pesisir juga terdampak banjir rob. Di Pulang Pisau, banjir rob melanda Desa Sei Bakau, Kecamatan Sebangau Kuala, menyebabkan sejumlah rumah dan fasilitas umum terendam air laut pasang. Warga diminta waspada karena ketinggian air bisa meningkat sewaktu-waktu.

Di Kotawaringin Timur, banjir rob terjadi di Kelurahan Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Pihak BPBD setempat telah melakukan pemantauan intensif dan menyiapkan jalur evakuasi serta peringatan dini bagi warga yang tinggal di wilayah rendah atau rawan terdampak.

Masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari perjalanan di daerah terendam, dan mengikuti arahan pemerintah setempat. BPBD Kalteng memastikan bantuan logistik dan penanganan darurat terus disalurkan untuk meminimalkan risiko bagi warga terdampak.

Simak dan terus membaca untuk informasi lainya yang akan kami berikan yang terbaru dan terviral hanya ada di KEPPO INDONESIA.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari regional.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari voi.id