Ratusan warga Kota dan Kabupaten Kediri menjadi korban arisan bodong dengan janji untung fantastis skema arisan NST.
Menawarkan paket berlipat ganda, mulai dari Rp700 ribu hingga Rp9,5 juta, namun uang korban tak kunjung cair. Penyelidikan mengungkap satu paket dijual ke banyak orang, sehingga kerugian mencapai miliaran rupiah.
Simak berita terbaru dan viral setiap hari, yang menghadirkan informasi menarik dan bermanfaat hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Arisan Bodong Kediri Ratusan Warga Rugi
Harapan ratusan warga Kota dan Kabupaten Kediri untuk menggandakan uang lewat arisan impian pupus seketika. Bandar arisan NST asal Kelurahan Kampungdalem mengaku jebol, meninggalkan korban gigit jari dengan kerugian fantastis. Skema ini bukan arisan biasa, melainkan jebakan manis berbalut janji keuntungan gila yang kini terbongkar.
Korban berbondong-bondong membeli paket arisan dengan iming-iming pengembalian berlipat ganda, mulai dari Rp700 ribu jadi Rp1 juta hingga Rp9,5 juta berubah Rp20 juta. Janji pencairan di tanggal spesifik seperti 27 Januari membuat warga tergiur, tapi kini hanya dapat alasan klise seperti “masalah depo” atau musibah.
Kejadian ini menjadi pelajaran pahit bagi masyarakat yang haus cepat kaya, sementara polisi kini diserbu laporan untuk membongkar jaringan arisan bodong serupa di Jawa Timur.
Arisan Unik Bayar Paket, Raih Keuntungan Fantastis
Arisan NST jauh dari tradisional yang mengandalkan undian iuran rutin hingga semua anggota motel. Alih-alih setor mingguan, korban diajak beli paket investasi dengan imbal hasil menggiurkan. Semakin besar modal, semakin bombastis untungnya-seperti Rp2,6 juta balik Rp4 juta atau paket premium Rp9,5 juta jadi Rp20 juta pada Januari mendatang.
Gavin, koordinator korban, ikut dua paket Rp1,5 juta cair Rp3 juta pada 13 Desember dan Rp2,5 juta jadi Rp5 juta sehari setelahnya. “Saya berharap uang bertambah banyak, ceritanya, tapi NST kabur dengan dalih masalah depo. Skema ini terlihat canggih, mirip investasi bodong yang memanfaatkan psikologi greed warga biasa.
Keunikan paket ini justru jadi bumerang, karena janji untung besar ternyata tak tertutup risiko total hilang seperti sekarang dialami ratusan keluarga Kediri.
Baca Juga: KPK Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalur KA Medan
Terungkap Paket Arisan Dijual ke Banyak Orang
Penyelidikan korban ungkap modus keji satu paket pencairan di tanggal tertentu dijual ke 3-5 orang sekaligus. NST tak punya dana cukup, tapi terus pompa penjualan dengan janji manis. Alasan gagal bayar beragam, dari musibah pribadi hingga “masalah di pusat pengurus arisan”, membuat korban awalnya percaya.
Gavin menemukan kejanggalan ini setelah telusuri jejak NST, yang ternyata over-sell paket hingga jebol. Bukan satu orang, tapi banyak yang pegang janji sama, ungkapnya, menunjukkan piramida penipuan klasik. Total kerugian ratusan korban diperkirakan miliaran, menghancurkan tabungan rumah tangga jelang akhir tahun.
Modus ini mirip skema ponzi mini, di mana uang korban baru bayar yang lama sampai akhirnya runtuh seperti sekarang.
Korban Serbu Polda Jatim Laporan Baru Dilimpahkan
Kekecewaan memuncak, korban tak lagi andalkan pengaduan awal yang mandek. Pada 15 Desember, Gavin cs langsung laporkan ke Polda Jatim, menuntut penyelidikan cepat NST dan kroni. Kami tak mau gigit jari terus, polisi harus usut tuntas, tegas koordinator ini, mewakili ratusan warga yang kini susah payah cari makan.
Langkah hukum ini berpotensi jadi bom waktu bagi pelaku arisan bodong di Jatim, dengan bukti chat, bukti transfer, dan saksi melimpah. Polda diharap tak abaikan, mengingat dampak sosialnya masif di tengah ekonomi pasca-pandemi. Korban berharap dana kembali, meski proses hukum panjang.
Kasus Kediri ini peringatan nasional arisan manis seringkali jebakan betul, ajak cek legalitas sebelum tergiur untung instan.
Simak dan terus membaca untuk informasi lainya yang akan kami berikan yang terbaru dan terviral hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari radarkediri.jawapos.com
- Gambar Kedua dari instagram.com