Bencana banjir dan longsor di Sumatera telah memperlihatkan betapa rapuhnya sistem pendidikan tinggi saat menghadapi bencana alam.

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 telah membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan tinggi di kawasan tersebut.
Akibatnya, aktivitas akademik di banyak perguruan tinggi terganggu. Ruang kelas dan fasilitas kampus mengalami kerusakan, listrik dan internet sering padam. Serta banyak sivitas akademika mahasiswa, dosen, tenaga pendidik harus mengungsi atau menghadapi kerusakan rumah dan aset pendidikan mereka.
Data terbaru dari Kemendiktisaintek menunjukkan bahwa per 6 Desember 2025, terdapat 60 perguruan tinggi terdampak bencana di Sumatera. Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Sebaran Kampus Terdampak
Rincian dampak menunjukkan bahwa sebagian besar kampus terdampak berada di tiga provinsi: di Aceh terdapat 31 perguruan tinggi (4 perguruan tinggi negeri, 27 swasta), di Sumatera Utara 14 perguruan tinggi (1 negeri, 13 swasta), dan di Sumatera Barat 15 perguruan tinggi (9 negeri, 6 swasta).
Pada banyak kampus, kegiatan belajar mengajar harus dihentikan sementara waktu. Karena kondisi fisik kampus maupun lingkungan sekitar tidak memungkinkan melanjutkan perkuliahan. Sebagian besar mahasiswa dan staf menghadapi kesulitan akibat rusaknya fasilitas dasar dan terganggunya mobilitas.
Angka ini memperlihatkan skala besar dari dampak bencana terhadap sektor pendidikan tinggi di wilayah Sumatera.
Ribuan Mahasiswa dan Dosen Terimbas
Dampak dari bencana ini bukan hanya sebatas kerusakan bangunan kampus. Kemendiktisaintek mencatat bahwa total sekitar 1.306 dosen dan lebih dari 18.824 mahasiswa terdampak langsung banjir dan longsor baik karena kampusnya rusak. Tempat tinggal terkena dampak, ataupun akses transportasi dan logistik terganggu.
Banyak mahasiswa yang studinya terhenti, tidak bisa mengikuti perkuliahan, dan sejumlah staf mengungsi atau kehilangan fasilitas belajar‑mengajar.
Situasi ini memunculkan krisis pendidikan dan tekanan sosial bagi mahasiswa dan keluarga mereka karena ketidakpastian kapan perkuliahan bisa kembali normal, bagaimana biaya hidup terpenuhi, serta bagaimana melanjutkan studi di tengah kondisi darurat.
Baca Juga: PLN Pulihkan 100% Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sumut
Respons dan Bantuan Dari Pemerintah

Menanggapi krisis yang melanda dunia pendidikan tinggi di Sumatera, Kemendiktisaintek mengambil langkah cepat. Pemerintah melalui kementerian ini menyiapkan anggaran sebesar Rp 75,986,474,452 (sekitar Rp 75,9 miliar) untuk membantu mahasiswa dan dosen yang terdampak banjir dan longsor.
Bantuan ini ditujukan sebagai “biaya hidup” darurat agar sivitas akademika yang terdampak bisa tetap bertahan. Memenuhi kebutuhan dasar, dan memiliki dukungan saat masa sulit.
Selain itu, kementerian juga telah menggalang dana bantuan langsung dan menyertakan program tanggap darurat pendidikan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga terkait, dan pemerintah untuk mendistribusikan bantuan, logistik, serta layanan darurat bagi yang membutuhkan.
Harapan Pemulihan Bencana
Meskipun bantuan telah dialokasikan, tugas pemulihan tetap besar dan kompleks. Banyak kampus masih tertutup atau berada di wilayah yang aksesnya terputus. Kerusakan sarana belajar seperti ruang kelas, laboratorium, fasilitas IT memerlukan waktu dan biaya untuk diperbaiki.
Selain itu, banyak mahasiswa harus menghadapi trauma, kesulitan ekonomi, dan ketidakpastian melanjutkan studi. Di tahap selanjutnya, Kemendiktisaintek telah menyatakan bahwa program pemulihan akan dimulai tahun 2026. Dengan fokus pada rehabilitasi infrastruktur, pemulihan sanitasi, dukungan psikososial. Serta mitigasi bencana agar kampus dan lingkungan sekitar lebih tangguh terhadap bencana di masa depan.
Masyarakat akademik dan pemerintah diharapkan bisa bekerja sama bukan hanya memulihkan kondisi sekarang, tetapi juga memperkuat sistem pendidikan tinggi agar lebih siap menghadapi risiko alam.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari www.tempo.co