Aksi ‘rayap besi’ di Medan bongkar nisan kuburan dan menjualnya murah, fakta mengejutkan di balik kasus ini bikin publik geram.
Siapa sangka, tempat peristirahatan terakhir pun tak luput dari tangan-tangan tak bertanggung jawab. Aksi yang dijuluki ‘rayap besi’ ini bukan sekadar pencurian biasa nisan kuburan dibongkar dan dijual dengan harga yang tak masuk akal.
Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan menyisakan banyak pertanyaan: bagaimana hal ini bisa terjadi, dan siapa yang berada di baliknya? Simak fakta lengkapnya di KEPPO INDONESIA ini.
Aksi Perusakan Kuburan Gegerkan Warga Medan
Warga di kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, dibuat geger oleh aksi perusakan kuburan. Peristiwa ini mencuat setelah sejumlah nisan ditemukan dalam kondisi rusak parah. Tempat yang seharusnya menjadi lokasi peristirahatan terakhir justru menjadi sasaran tindakan tidak bertanggung jawab.
Kejadian ini pertama kali diketahui warga sekitar yang rutin melintas di area pemakaman. Mereka terkejut melihat beberapa nisan telah hancur dan bagian dalamnya terlihat dibongkar secara paksa. Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota dimakamkan di lokasi tersebut.
Tak butuh waktu lama, kabar ini menyebar luas dan menjadi perhatian masyarakat. Banyak yang mengecam tindakan tersebut karena dinilai melanggar norma sosial dan tidak menghormati orang yang telah meninggal dunia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus ‘Rayap Besi’ Di Balik Perusakan Nisan
Dari hasil penelusuran warga, pelaku diketahui melakukan aksinya dengan cara membongkar nisan menggunakan alat sederhana. Ia menargetkan bagian dalam nisan yang mengandung plat besi. Bagian ini biasanya berfungsi sebagai penguat struktur agar nisan tetap kokoh.
Plat besi tersebut kemudian diambil dan dijual ke pengepul barang bekas. Praktik ini dikenal dengan istilah “rayap besi”, yaitu aksi pencurian logam dengan cara merusak fasilitas umum atau properti pribadi. Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, namun menyasar kuburan tentu menjadi kasus yang sangat memprihatinkan.
Motif ekonomi diduga menjadi alasan utama pelaku melakukan tindakan tersebut. Meski demikian, cara yang digunakan jelas melanggar hukum dan merugikan banyak pihak. Terlebih, lokasi yang menjadi target adalah area pemakaman yang memiliki nilai sakral.
Baca Juga: KPD Bongkar! Usulan Ambang Batas di Daerah Dinilai Langgar Konstitusi
Kerusakan Meluas, Belasan Makam Jadi Korban
Dari pendataan sementara, setidaknya ada sekitar 12 makam yang mengalami kerusakan akibat aksi pelaku. Nisan-nisan tersebut tampak pecah dan sebagian bahkan tidak lagi dapat dikenali bentuk aslinya. Hal ini menunjukkan bahwa aksi dilakukan berulang, bukan hanya sekali.
Kerusakan ini tentu membawa dampak besar, terutama bagi keluarga almarhum yang makamnya menjadi korban. Selain harus memperbaiki nisan, mereka juga merasakan kesedihan karena tempat peristirahatan anggota keluarga mereka tidak lagi terjaga dengan baik.
Warga sekitar pun merasa khawatir jika kejadian serupa kembali terulang. Mereka berharap adanya pengawasan lebih ketat di area pemakaman serta tindakan tegas terhadap pelaku agar memberikan efek jera.
Pelaku Diamankan, Warga Minta Proses Hukum
Setelah aksinya diketahui, pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh warga. Ia kemudian dibawa ke kantor kelurahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah merusak sejumlah nisan untuk mengambil besi di dalamnya.
Meski pelaku sudah diamankan, hingga kini belum ada laporan resmi ke pihak kepolisian. Hal ini membuat proses hukum belum berjalan secara maksimal. Pihak kelurahan pun mengimbau warga yang dirugikan untuk segera melapor agar kasus dapat ditindaklanjuti.
Warga berharap kasus ini tidak berhenti begitu saja. Mereka menilai penting adanya proses hukum agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, sekaligus memberikan pelajaran bagi pelaku maupun pihak lain yang berniat melakukan tindakan serupa.
Harga Jual Besi Picu Keprihatinan Publik
Ironisnya, hasil dari aksi perusakan tersebut ternyata sangat kecil. Pelaku hanya mendapatkan uang sekitar Rp15 ribu dari hasil penjualan besi yang diambil dari belasan nisan. Nilai ini dinilai sangat tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan.
Banyak pihak menyayangkan tindakan tersebut. Demi keuntungan yang sangat minim, pelaku rela merusak tempat yang seharusnya dihormati. Hal ini memicu kemarahan publik sekaligus keprihatinan terhadap kondisi sosial yang melatarbelakanginya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindakan kriminal tidak pernah memberikan manfaat jangka panjang. Selain merugikan orang lain, pelaku juga harus menghadapi konsekuensi hukum dan stigma sosial. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan hukum perlu terus ditingkatkan.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kumparan.com