Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi sekitar 300 meter dari puncak.
Aktivitas letusan terekam jelas oleh alat pemantau seismik dan menunjukkan gunung masih berstatus waspada. Masyarakat di sekitar kawasan Marapi diimbau tetap siaga, menghindari radius berbahaya, serta mewaspadai potensi lahar terutama saat hujan turun.
Simak berita terbaru dan viral setiap hari, yang menghadirkan informasi menarik dan bermanfaat hanya ada di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Marapi Kembali Bergolak Minggu Pagi
Gunung Marapi yang berada di Provinsi Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Minggu (18/1/2026) pagi. Letusan terjadi sekitar pukul 10.51 WIB dan langsung terpantau oleh petugas pemantauan gunung api. Aktivitas vulkanik ini menambah daftar panjang erupsi yang terjadi sejak akhir tahun 2023.
Gunung yang terletak di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam tersebut melontarkan abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 300 meter dari puncak. Abu terlihat membumbung ke udara sesaat setelah erupsi terjadi, meski tidak disertai suara dentuman keras yang signifikan.
Kolom abu yang keluar dari kawah teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Arah sebaran abu condong ke utara dan timur laut, dipengaruhi oleh kondisi angin di sekitar kawasan gunung. Hingga saat ini belum ada laporan dampak langsung terhadap permukiman warga.
Letusan Marapi Tertangkap Jelas Alat Pemantauan
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, menjelaskan bahwa erupsi tersebut terekam jelas melalui peralatan pemantauan seismik yang terpasang di sekitar gunung. Data ini menjadi dasar penting dalam menganalisis tingkat aktivitas vulkanik Marapi.
Menurut Teguh, letusan tersebut tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 7 milimeter. Durasi erupsi berlangsung selama 2 menit 25 detik, menunjukkan adanya pelepasan energi dari dalam gunung yang masih aktif secara signifikan.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7 milimeter dengan durasi 2 menit 25 detik,” ujar Teguh saat dihubungi pada Minggu. Ia menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan.
Baca Juga: Viral! Bos Domba Sragen Beri Souvenir Bibit Pohon Saat Hari Pernikahan
Riwayat Letusan Marapi Dalam Beberapa Pekan Terakhir
Sebelum erupsi pada Minggu ini, Gunung Marapi tercatat telah beberapa kali mengalami aktivitas letusan. Pada Kamis (8/1/2026) dan Selasa (13/1/2026), gunung tersebut juga meletus, namun tinggi kolom abu tidak dapat teramati karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas.
Aktivitas vulkanik meningkat pada Rabu (14/1/2026) ketika Marapi melontarkan abu setinggi sekitar 1,6 kilometer dari puncak. Letusan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat di sekitar gunung, meski tidak sampai memicu evakuasi besar-besaran.
Rangkaian erupsi ini menunjukkan bahwa Gunung Marapi masih berada dalam fase aktif. Para ahli vulkanologi terus memantau perubahan aktivitas untuk memberikan rekomendasi terbaik bagi keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Marapi Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tetap Siaga
Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau waspada. Dengan status tersebut, masyarakat diminta untuk tidak mendekati kawah dan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung demi menghindari potensi bahaya.
Selain ancaman erupsi, petugas juga mengingatkan potensi bahaya lahar, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi. Risiko ini meningkat saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Sebagai catatan, Gunung Marapi pernah mengalami erupsi besar pada 3 Desember 2023 yang menyebabkan 23 pendaki meninggal dunia. Bencana lanjutan juga terjadi pada 11 Mei 2024 berupa banjir lahar yang menewaskan 60 warga di Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman. Sejak itu, kewaspadaan terhadap aktivitas Marapi terus ditingkatkan.
Simak dan terus membaca untuk informasi lainya yang akan kami berikan yang terbaru dan terviral hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari kalsel.antaranews.com